BONUS DEMOGRAFI


PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN POLITIK DAN EKONOMI

Bonus demografi adalah suatu keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non produktif. Kondisi demikian, memiliki nilai positif dan keuntungan besar bila dikelola secara profesional. Kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia non produktif mengandung arti bahwa potensi beban ketergantungan penduduk akan berkurang apabila kelebihan dari potensi bonus demografi dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

Indonesia telah memasuki fenomena kependudukan yang disebut bonus demografi. Penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari pada usia non produktif. Diprediksi pada 2020-2030, 100 orang produktif menanggung 44 orang non produktif.
Bonus demografi apabila dimanfaatkan secara optimal, dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bangsa. Namun, jika tidak mampu memanfaatkannya dengan meningkatkan kualitas masyarakat, bonus demografi bisa menjadi bencana kependudukan yang membawa berbagai dampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya.
Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi tugas berat bagi pemerintah khususnya, agar dapat memaksimalkan pemanfaatan bonus demografi untuk kesejahteraan rakyat dan mencegah permasalahan kependudukan seperti tingginya angka pengangguran.Pemuda sebagai entitas sosial pada prinsipnya memberikan kecenderungan terhadap, abstraksi nyata dalam menggali lebih lanjut proyeksi massa depan suatu negara, pada prinsipnya realitas keberadaan pemuda berperan dalam mengambil langkah perubahan dan tanggung jawab sosial terhadap realisasi kehidupan berbangsa dan bernegara pada saat ini.

Indonesia sudah mengalami bonus demografi semenjak tahun 2012, menurut perhitungan puncaknya ada pada tahun 2028-2030. Diperkirakan proporsi penduduk usia produktif dapat meningkat hingga 68,1% di tahun 2028-2030. Hal ini berarti jumlah penduduk usia tidak produktif yang ditanggung oleh 100 orang usia produktif yakni berkisar 46,9%.Dalam orientasinya tentu Pemahaman bonus demografi harus dilihat secara menyeluruh dan mengarah pada meningkatnya pemenuhan prioritas pembangunan penduduk yang di fokuskan buat pembangunan manusia Indonesia.

Hal-hal yang kecil perlu dilakukan pemuda masa kini adalah merubah kebiasaan-kebiasaan yang banyak mengahabiskan waktu. Bermain game seharian, bergosip, membaca status atau sekedar chat di sosial media yang berlebihan, malas membaca buku, selalu menunda-nunda waktu serta masih banyak hal lain yang terkadang pemuda anggap sepele. Padahal pemuda adalah aset bangsa yang sepantas kita pupuk dengan knowladge, atitude dan skill yang mempuni dan mengembangkan kapasitasnya sebagai pemuda dalam menghadapi bonus demografi dan bersaing secara global akar dapat menuai hasil yang masksimal.




Sumber :



Komentar